Semua Berawal dari Sebuah Masalah
Tahun 2023, kami menyaksikan sendiri betapa menyakitnya proses kontrak tradisional. File PDF berantakan di email, persetujuan yang tertahan tanpa jejak, dan tanda tangan yang memakan waktu berminggu-minggu.
Sebuah startup fintech kehilangan deal senilai 2M karena kontrak tercecer di inbox. Seorang freelancer menunggu pembayaran 3 bulan karena klien “lupa” menandatangani. Seorang legal manager menghabiskan 40% waktunya hanya untuk mengejar persetujuan.
“Ini tidak adil. Di era digital ini, mengurus kontrak seharusnya semudah mengirim pesan WhatsApp.”
Dari situ, kami memutuskan untuk membangun solusi. Bukan sekadar software, tapi sebuah gerakan untuk membuat bisnis di Indonesia lebih cepat, aman, dan transparan.
Tim SatuKontrak di Jakarta, 2024
Membangun solusi untuk 17.000+ pulau Indonesia